tempochannel.com

Sumba: Negeri Impian Para Pelancong

22 Mei 2018
08:32:43 WIB

Travel With Tempo Goes to Sumba menjadi program jalan-jalan yang menarik diikuti menyaksikan secara langsung keindahan dan misterinya.

Datang ke Sumba, seolah impian setiap pencinta wisata. Sebuah negeri yang eksotik dan punya keindahan alam khas daerah timur Indonesia. Kali ini, Tempo Media Group melalui program Travel With Tempo Goes to Sumba, mengajak enam orang terpilih untuk menikmatyi keelokan Sumba. Mereka yang beruntung itu adalah Evylia, Annisa, Rian, Kadek, Marline, dan Rangga. Perjalanan panjang sejak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng kemudian transit di Bandara Ngurah Rai Bali seakan tak dirasa, karena sebentar lagi Sumba impian sudah di depan mata. Betul saja, Bandara Tambolaka pun nampak dari atas ketinggian, sebelum mendarat mulus di sana. Di mana Sumba? Pulau Sumba merupakan sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang memiliki luas wilayahnya 10.710 kilometer persegi, memiliki titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 meter). Sumba ini berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Dan, Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia berada di sebelah selatan dan barat. Nah, sekilas mengenai geografis Sumba itu, tak lengkap jika tak singgah di Desa Ratenggaro. Ini desa purba, terletak di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo berjarak kurang lebih 40 kilometer dari Tambolaka. Inilah kawasan Desa Adat Ratenggaro, yang menarik di desa ini adalah kubur batu. Hal ini sesuai dengan nama Ratenggaro itu sendiri, yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo. Terdapat 304 buah kubur batu dan 3 di antaranya berbentuk unik dan terletak di pinggiran laut. Rumah Adat Ratenggaro memiliki bentuk rumah panggung yang terdiri dari empat buah tingkat. Tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat hewan peliharaan. Lalu tingkat kedua adalah tempat pemilik rumahnya dan keluarganya dan di atasnya merupakan tempat untuk menyimpan hasil panen. Kemudian di atas tempat memasak terdapat sebuah kotak yang merupakan tempat menyimpan benda keramat, sedangkan lantai paling atas adalah tempat untuk meletakkan tanduk kerbau sebagai simbol tanda kemuliaan.Desa Adat Ratenggaro memiliki pemandangan yang indah pula. Perbukitan menghijau seolah memagari desa adat ini. Banyak kisah menarik di Ratenggaro. Selain Desa Adat Ratenggaro, rombongan Travel With Tempo Goes to Sumba berkunjung pula ke Pantai Bawana ini terletak di sisi barat Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya. Namanya Bawana, kalau dieja menjadi Bwana. Pantai ini memliki batu karang yang berlubang, Sebuah tebing karang setinggi lebih kurang 5 meter dengan lubang besar di tengah atau yang disebut dengan karang bolong menembus hingga sisi dalam, sehingga tampak seperti sebuah pintu gerbang. Karang bolong ini menjadi ikon salah satu destinasi wisata di Sumba ini. Pantai ini punya pesona, pasir bersih, dan lautan yang terhampar lepas. Persis disebelah Pantai Bawana, masih dalam garis pantai yang sama, terdapat pula pantai yang tak kalah eloknya di Sumba ini, masyarakat menyebutnya Pantai Watumalado yang dihiasi batu-batu karang yang menjulang di tengah lautan.

Latest Video