tempochannel.com

Kepak Cenderawasih di Isyo Hills

06 Desember 2018
11:13:17 WIB

Di hutan Nimbokrang, Alex Waisimon menjaga keseimbangan ekosistem demi lestarinya burung Cenderawasih. Tepat pukul lima pagi, kami sudah bersiap menuju titik pengamatan burung. Langit masih gelap, diiringi gerimis tipis, kami memasuki hutan di kampung Rephang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Setelah berjalan kurang dari 500 meter, kami tiba Di sebuah pos. Alex Waisimon dan adiknya Yeskiel Waisimon meminta kami bersabar dalam kesunyian menunggu kedatangan burung Cenderawasih Mati Kawat atau Cenderawasih 12 antena. Kami hampir putus asa memandang pucuk dahan yang disebut Alex sebagai tempat mampirnya si Cenderawasih. Apalagi sejak malam hujan turun lebat. Tapi sekitar pukul 05.30 si Cenderawasih Mati Kawat singgah. Dengan binokular atau teropong kami bisa melihat lebih jelas kecantikan salah satu jenis Cenderawasih ini. Jika cuaca cerah, menurut Alex, Cenderawasih akan singgah dan bercengkerama dengan teman-teman lainnya selama satu jam. Kami diminta untuk tidak berlama-lama di titik pertama, karena di waktu bersamaan Cenderawasih Paruh Sabit akan muncul di pos ke dua. Kami berjalan menyusuri hutan di bawah gerimis. Untuk mencapai pos ke dua, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit berjalan agak menanjak. Sayang, Cenderawasih Paruh Sabit hanya singgah sebentar di tempat itu. Kami pun beranjak untuk mencapai titik ketiga. Di tempat ini, Yeskiel Waisimon mengatakan, kita bisa menyaksikan Cenderawasih Apoda. Cenderawasih yang selama ini kita kenal melalui foto maupun poster. Sejak tahun 2015, Alex Waisimon mengelola hutan yang berada di antara kampung Rephang dan Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Alex meninggalkan pekerjaannya di Bali untuk kembali ke kampung halamannya. Di sini, Alex mempelajari kebiasaan mahluk hidup yang ada di hutan, terutama Cenderawasih. Alex lantas mengembangkan Ekowisata Bird Watching Isyo Hills. Alex mendatangi habitat Cendrawasih yang berada di kawasan hutan seluas 100 hektare. Ia mengamati pola makan dan kebiasaan Cendrawasih dari pagi hingga sore. Ada delapan macam spesies burung cenderawasih yang berhasil diidentifikasi di tempat ini, empat di antaranya bisa dilihat langsung. Sebagai ganjaran atas keberhasilannya menjaga lingkungan hutan Rephang Muaif dan pelestarian burung Cenderawasih, tahun 2017 lalu Alex mendapat piala Kalpataru. Dan tahun 2018 dapat Juara Satu Anugerah Pesona Indonesia kategori ekowisata terpopuler. Untuk meningkatkan Ekowisata Bird Watching, Alex melengkapi berbagai fasilitas yang bisa dipakai oleh tamu yang datang dan ingin melihat burung Cenderawasih secara langsung. Misalnya membangun tower pengamatan dan home stay. Kehadiran ekowisata Bird Watching Isyo Hills membuat nama Distrik Nimbokrang dan kabupaten Jayapura semakin dikenal. Banyak pecinta satwa dari dalam maupun luar negeri dating karena penasaran.

Latest Video